PUSAT ELEKTRONIK MURAH | JUAL BUKU AGAMA SUFI | PUSAT COSMETICS | JUAL PERLENGKAPAN BAYI | SUPPLIER PERLENGKAPAN RUMAH TANGGA

SUPPORT ONLINE

CAKNING
Email
info@cakning.com
Telepon
(031) 843-5979
Ponsel
0838 3333 0128
0817 0316 8888
Pin BB
5193ED64
Facebook
cakning
Twitter
cakning
Alamat
Jl. Kutisari Indah Utara IV no. 15 INSTAGRAM : @cakningdropship
Surabaya, 60291
Jawa Timur - Indonesia
Website
http://cakning.com
http://cakning.co

KATEGORI PRODUK

banner_dapur.jpg banner_4354498c129773758e79cedb24ed6ec8.jpg banner_banner_c.jpg banner_banner_d.jpg banner_playstore.png




SUPPLIER PERLENGKAPAN RUMAH TANGGA MURAH DI YOGYAKARTA

Supplier Perlengkapan Rumah Tangga Murah di Yogyakarta Ingin berbisnis online tapi tidak punya produk? Kami Sediakan Produknya. Lebih dari 4000 Produk Siap di Jual Online, Anda jual kami kirim Ordernya tanpa Ribet! Kami hadir sebagai jembatan antara reseller dan vendor. Cakning juga menyediakan materi marketing tools, e-training dan workshop untuk meningkatkan skill dan penjualan reseller. Dengan sistem Dropship anda mempunyai banyak keuntungan,Tidak perlu mempersiapkan stok produk. Seperti Anda ketahui, masalah utama saat akan memulai membuat toko online adalah modal untuk stok produk. Jika variasi produk cuma sedikit tidak menarik bagi pembeli. Jika variasi produk banyak, perlu modal besar. Dengan dropship, Anda bisa start toko online Anda dengan ribuan produk dari vendor. Supplier Perlengkapan Rumah Tangga Murah di Yogyakarta, terimakasih. Supplier Perlengkapan Rumah Tangga Murah di Yogyakarta

37 Bayi Dilaporkan Hilang di Jabodetabek

SACO- INDONESIA.COM - Sebanyak 37 bayi dilaporkan hilang di wilayah Jabodetabek usai dilahirkan sepanjang tahun 2012. Data dari Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) menyimpulkan, rumah bersalin dan puskesmas menjadi lokasi hilangnya bayi yang baru dilahirkan tersebut.

Bayi hilang bisa dikarenakan penculikan atau tertukar. Berbagai modus kerap digunakan untuk penculikan bayi. Salah satunya menyamar sebagai pegawai di instansi kesehatan terkait. Modus didukung tingkat pengamanan minimum di klinik, puskesmas, atau rumah bersalin.

"Lokasi kejadian hilangnya bayi umumnya tidak memiliki kamera pengintai, baik di jalan maupun kamar pasien. Tingkat keamanan juga minimum sehingga membebaskan pegawai keluar masuk area rumah sakit. Belum lagi yang menggunakan orang dalam," ujar Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait saat dihubungi Selasa (30/4/2013).

Keadaan ini, kata Arist, mempermudah para pelaku kriminal melakukan aksinya. Untuk mencegah bayi hilang, ia menyarankan pasien selalu didampingi keluarga, terutama suami. Sebelum memutuskan tempat untuk bersalin, sebaiknya pastikan siapa dan berapa orang yang akan menangani persalinan. Calon pasien dan keluarga harus tahu siapa nama dokter, perawat, atau pegawai lain yang kerap berhubungan dengannya.

Selanjutnya, pastikan lokasi persalinan memiliki tingkat kemanan yang memadai. Aris pun menyarankan untuk memastikan adanya kamera pengintai, baik di ruang penyimpanan bayi, pasien, ataupun area instansi kesehatan.

"Pastikan juga mereka memiliki tenaga sekuriti yang berkualitas, baik, dan memberikan kenyamanan," ujarnya.

Wajib didampingi suami
Terlepas dari tingkat pengamanan, Aris mengharuskan suami mengawal proses persalinan dan sebisa mungkin mendampingi istri. Hal ini untuk memastikan istri dan bayi mereka dalam kondisi baik.

"Selepas melahirkan suami harus tahu bagaimana bayinya, kemana bayinya pergi, dan siapa yang membawanya," kata Aris.

Hal senada dikatakan psikolog Dien Eryati. Menurutnya, kerjasama suami istri dibutuhkan untuk mencegah bayi diculik atau tertukar usai dilahirkan. Apalagi kondisi istri biasanya masih lemah usai melahirkan.

"Suami harus ikut semua proses melahirkan. Mengetahui bagaimana proses melahirkan akan menumbuhkan motivasi untuk menjaga bayi jangan sampai diculik atau tertukar," kata Dien.

Bila akan ditempatkan dalam ruangan khusus, Dien menyarankan suami mengikuti suster yang membawa bayi. Kegiatan ini memastikan keberadaan dan keamanan posisi bayi Suami juga wajib memperhatikan detail rupa dan tanda khusus pada bayi. Dien mengatakan, suami juga harus sesering mungkin melihat bayi dan memastikan keamanannya. Hal ini, untuk memastikan bayi tidak tertukar atau hilang selama di instansi bersalin. 

Sumber:Kompas.com

Editor : Maulana Lee
 
  • INFO UMUM